Tadi siang sehabis anak-anak pulang sekolah, seperti biasa pada bunda-bundanya pada ngumpul, tiba-tiba selesai mau pulang kepala sekolah bilang ayo selesaikanlah masalah kalian? Itu bagiku tanda tanya besar dong memang apa yang terjadi memang hampir satu minggu lebih kepala sekolah nggak masuk sekolah karena sakit, terus masalah POMG dan rapat kita para bunda nya yang andil tiba-tiba bunda wati bilang "sebentar bun saya mau ngomong, terus bilang sambil mengarah ke arah saya, begini bunda ai sebenarnya waktu hari jumat kita rapat POMG kemarin saya sempat dengar secara jelas bunda ai bilang bahwa pembawa acara yang pada saat itu bunda aisyah bunda ai ngatain pembawa acara nya tidak benar di depan wali murid. Jadi bunda aisyah nya tersinggung berat" terang saja semua guru di sekolah tahu kl dia tersinggung sama omongan saya. Tapi memang dia baru belajar untuk berbicara baik dan benar selaku MC. Saya hanya memberi saran saja pada bunda aisyah bukan nya untuk memojokan atau memperalukan beliau, tetapi dia selalu negatif thinking terhadap saya. Tiap kali ada percekcokan pasti lari nya ke saya tidak pernah lari nya sm bunda uci, bunda may, bunda umi atau bunda wati tetap selalu kesinggungnya sama saya mulu.
Padahal saya begini jujur dari hati hanya ingin memotivasi beliau agar ia bersungguh-sungguh dan terus belajar. Saya takkan pernah ingin mengubah beliau setidaknya ia tahu bagaimana sikap dan cara yang benar ketika berhadapan dengan orang yang baru di kenal, kita jangan pernah membuat kesimpulan sendiri bahwa tiap kita salah orang akan menyalahi kita itu belum tentu. Pasti ada yang lebih mengerti dan memahami orang ini baru belajar kayaknya dari tatanan bahasanya ia harap maklumin aja dah. Dan juga terkadang bunda aisyah ini tak mau menerima masukan dari orang lain dan terus merasa terzolimi seolah-olah saya yang terus menyakiti hati beliau. Padahal tidak saya memang orang nya macam begitu coba pahamilah karakter patner kerja mungkin di tempat kerja saja kita menjumpai orang yang seperti itu dan lain hal nya kalau di tempat lain.
Dan bersyukur untung Allah memberikan orang yang membuat kita sebal, kesal, dan sakit hati. Seandainya saja orang yang seperti itu tidak ada kita takkan tahu sifat dan cara seseorang dalam memahami teman dan orang lain.
Banyak bersabar, dan ikhlas menjalani apa yang ada seandainya kita mencari musuh itu mudah saja, tinggal pancing saja orang tersebut untuk melakukan perbuatan yang tidak baik maka bisa lah orang itu tejeblos di sana, tetapi untuk melakukan perbuatan baik itu banyak godaan nya. Dan harus melalui rintangan dulu untuk menuju kesana.
Aku masih ingat omongan Alm. Ayah ketika kita ingin menggapai kesuksesan kita belum di katakan sukses apabila kita tidak menyelesaikan permasalahan itu dengan cara yang indah. Dan tidak melewati tantangan itu.
Begitulah memang perih tetapi jangan sampai dengan adanya sedikit perselisihan syeitan yang akan menyesatkan kita. Kendalikan diri sendiri kita yang tahu isi hati jangan main-main dengan sikap itu sebenarnya yang menentukan siapa kita sebenarnya.
Ya rabb... Selepas itu aku takkan pernah terbesit di dalam hati ku niatkan untuk mempermalukan seseorang tidakkan pernah itu terjadi, benar-benar dari tadi siang sampai sekarang aku masih terpikir kenapa bunda wati sebegitu ngototkah dia mendengar bahwa aku yang salah... Salah... Kepada bunda aisyah. Ya Allah... Bukakanlah mata hati ku dan kedua sahabatku ini, berilah batin kami ketenangan, mungkin perselisihan ini bukan awal dari kehancuran tetapi awal dari kekuatan iman kami dan engkau sedang menguji kami untuk dapatkan nikmat Mu dengan cara begini. Aku berprasangka baik kepada Mu ya Allah... Karena engkau tahu niat aku hidup dan sampai aku meninggal nanti seperti apa, dalam impianku aku ingin memiliki banyak teman di seluruh dunia. Mengenal satu persatu makhluk ciptaanmu dengan berbagai suku, agama, dan ras. Pikirku kedepan takkan aku membenci seseorang dengan melontarkan kata keburukan untuk mereka yang tanpa sengaja tersakiti oleh perkataanku.
Tetapi sebenarnya tidak begitu aku hanya ingin membangun kesalahan dan mengubahnya menjadi sebuah kebenaran yang nantinya dapat bermanfaat bagi orang banyak.
Ya Allah... Sekali lagi banyak sudah khilaf yang terlanjur terlontar di setiap ujar yang tanpa sengaja melukai hati, tatapi inilah maaf beribu-ribu untuk mereka yang merasa terdzolimi oleh perkataan ataupun sikapku yang selalu berkata apa adanya ini.
Jujur sebenarnya dalam keadaan menulis ini aku sama sekali tidak dapat tidur dibuatnya. Dan aku berharap semua ini nanti ada hikmahnya di kemudian hari.
Senin, 23 November 2015
Engkau Harus Tahu Yang Sebenarnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar