Selasa, 12 November 2024

PUISI | MELIHAT DARI CERMIN

Melihat Dari Cermin
Oleh Ainun Salimah

Mendidik dari tahun ke tahun
Kenal beragam wajah-wajah ceria nan malu-malu lugu
Tahu akan ragam watak jenakanya
Tahu pintar dari gesturnya

Tapi lesu mengajak untuk mengenal dirinya,
Lesu menghadapi pola jenakanya
Lesu bersusah payah membimbingnya

Hanya karena wajah lugu malu-malu itu tak memiliki bakat
Hanya karena wajah lugu itu riwayatnya biasa saja
Maka seiring berjalannya waktu
Wajah lugu tetaplah malu dan malu

Potensi terkurung, anak-anak murung
Punya kuasa atas masa depan anak bangsa
Namun tak banyak berbuat apa-apa
Hanya memilih dan memilah yang dapat di bina saja

Seharusnya yang punya kuasa tanggung jawab akan pontensinya
Sering melihat dari cermin
Diam-diam pasang raut dingin

Kadang dirumah yang terus dibilangin
Si anak malu tak punya malu
Sungguh kasihan nasibmu hanya begitu
Mending punya kuasa cari ilmu dari pada mengeluh menggerutu

#AinunSalimah

PUISI | ANAKKU, GURU DI HATIMU

Anakku, Guru Di Hatimu
Oleh Ainun Salimah

Banyak sudah waktu untuk belajar
Agar diri makin pandai
Walau kadang menerjang badai
Tetap semangat tak gentar

Dulu anak di didik agar pintar
Dulu anak hormat karena pandai
Namun sekarang anak hebat karena AI
Sekarang anak hilang cara karena merasa serba bisa

Seperti guru hanya status
Yang hanya ada di saat belajar harus fokus
Kini Guru tidak ada dihati
Karena anak tak punya simpati

Esok Guru hanyalah sebuah histori
Saat anak sudah berprestasi
Kenang-kenanglah wahai anak-anakku
Petuah Guru tak jemu-jemu
Ibarat doa yang tembus ke qolbumu

Anak-anakku simpan Guru di hatimu
Layakkan selagi berada disisimu
Karena waktu adalah gerakmu
Karena hadirmu adalah anugrah baginya

Menunduklah dengan rasa kasih
Tersenyumlah agar di sambut mesra
Bersimpatilah kelak engkau akan di hadiahkan oleh-Nya
Jalan masih panjang, jadilah kertas kosong
Agar jiwa tetap tersokong

Minggu, 14 Juli 2019

Menjaga Amanah dan Berproses Menjadi yang Terbaik

Sangat bersyukur dengan takdir yang Allah berikan padaku

disaat diri ini ingin terus berbenah diri, saat itu pula Allah hadiahkan amanah terindah yang harus dijaga

beratus orang yang tak saling mengenal harus mampu dalam waktu setahun untuk membuat pribadi masing individu menjadi manusia yang lebih baik, membuatnya menjadi berlian itu tak mudah apalagi jikalau berliannyapun jauh dari kata sempurna

hanya berharap pada Allah, semoga diri ini mampu mengemban tugas yang telah di berikan karena kepercayaan pada kita

dan sayapun bisa mengatasi dan melewati itu semua
pertimbangan tak mudah, dengan kondisi suamu dan ananda yang masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang
semoga itu tak layak mengganggu aktivitas seperti biasanya

jauh dari kata ingin kekuasaan, ternyata Allah sudah tahu niat dalam hati ini, agar diri ini menjadi hamba yang berguna bagi insan lainnya

menolong sesama bukankah itu sifat yang di sukai Allah, selebihnya hidarkanlah dari sifat ujub, iri hati dan sombong ya rabb

tetap kokohkan hati ini, karena ini salah satu ladang dakwah untuk ummat

keinginan ini, mudah2an saya dapat memberikan edukasi dengan kesantunan dan kasih sayang terhadap siswa dan wali murid, sehingga terciptalah kondisi yang harmonis mampu menjadi penengah kekeruhan dan menjadi pribadi penyenang dan penyabar dalam mengambil tindakan

semoga diri ini di hindarkan dari hal2 yang mempermalukan diri sendiri, menjadi diri sendiri dan tetap mengutamakan kepentingan bersama

(1:12, merelaxsasi diri)

Kamis, 04 April 2019

Kurikulum Daneen Khadijah Rahman

Kurikulum Daneen Khadijah Rahman
Jumat, 17 Agustus 2018
Target Yang Harus Dicapai Selama Tumbuhkembang Daneen❤
(Bismillahirrahmanirahim)

1. Mengajari Agar Dapat Bicara
2. Mengajari Agar Dapat Membaca
3. Mengajari Agar Dapat Menulis
4. Mengajari Agar Dapat Berhitung
5. Mengajari Agar Dapat Baca Iqro
6. Mengajari Agar Dapat Baca Al-Quran
7. Mengajari Agar Dapat Hafal Doa Sehari-Hari
8. Mengajari Agar Dapat Hafal Hadits-Hadits
9. Mengajari Agar Dapat Hafal Surah-Surah Pendek
10. Mengajari Agar Dapat Sholat Fardhu Dengan Baik dan Benar
11. Mengajari Agar Dapat Berdagang
12. Mengajari Agar Dapat Bersedekah
13. Mengajari Agar Dapat Mandiri
14. Mengajari Agar Dapat Berakhlak Karimah
15. Mengajari Agar Dapat Memasak
16. Mengajari Agar Dapat Mencuci
17. Mengajari Agar Dapat Beres Rumah
18. Mengajari Agar Dapat Makan Sendiri
19. Mengajari Agar Cium Tangan Orang Tua dan Mengucap Salam
20. Mengajari Agar Berteman dengan baik menghindari Permusuhan
21. Mengajari Agar Dapat Berbagi
22. Mengajari Agar Berterima Kasih
23. Mengajari Agar Menghormati
24. Mengajari Agar Patuh
25. Mengajari Agar Lemah Lembut
26. Mengajari Agar Menahan Amarah
27. Mengajari Agar Tolong Menolong
28. Mengajari Agar Dapat Menabung
29. Mengajari Agar Dapat Memberi
30. Mengajari Agar Dapat Menghargai Waktu

Sabtu, 15 Desember 2018

Fisik Bahagia Hati Menjerit Derita

Ya rabb, sungguh hamba tak kan kuat sungguh hamba lemah tanpa kekuatan mu,

cobaan ini bertahun-tahun ku lalui sangat membuatku kuat
walaupun kupastikan setiap tragedi itu terjadi banyak hati, batin terluka
rasa tak kuat ya rabb...
rasa tak kuat ya rabb...
rasa tak kuat ya rabb...
menahan bara nya api dari kesabaran pedih, dan perihnya jiwa dan raga

ya rabb...
sungguh nikmat dari kesabaran sangatlah menguras tenaga,
lelah aku di buatnya ya rabb

seperti terenyah-ennyah aku di buatnya, rasa ingin mati shaja,
takut akan terlalu banyak dosa lagi, dan lagi yang sudah di perbuat

tak ada yang dapat menolongku ya rabb...
kecuali sekenario dan keajaiban yang telah engkau gariskan kepada hambamu ini

berharap sekenario ini indah dan bahagia didunia maupun di akhirat nanti

(duka mendalam, 15/12/2018)

Jumat, 14 September 2018

Kepahitan Menelan Takdir Tak Berkesudahan

Terkadang sakit menahan sabar, tetapi Allah sudah janjikan pahala di dalam sabar

Terkadang sedih dengan takdir, yang membuat kehidupan bagaikan terombang ambing tak bernahkoda, karena tak ada panutan lagi untuk di jadikan acuan

Begitu kerasnya tamparan nasib yang menjalar kisah kehidupan ini, sebentar di beri bahagia, sebentar di beri kepahitan bergumam di lubuk hati yang dalam

Berharap hidup ini bahagia, aman dan tentram
Namun nyatanya itu semua sulit untuk di gapai
Karena lagi-lagi hidup ini untuk di uji... di uji... dan di uji...

Kadang jiwa ini berontak tak habis pikir dengan takdir, bersamaan dengan nasib yang sedikit membuat hati luka dan bergumam lara

Rasa ingin ku hempaskan piring-piring yang tersusun rapi di lemari
Tetapi sayang itu hanya sekedar luapan hampa tak berujung jalan

Terasa tersesat saat gejolak emosi meradang menganga, pada akhirnya berujung penyesalan

Tetapi saat berlangsung, hari demi hari serta waktu berlalu begitu saja tak beranjak maju, malah membebani, memberatkan hati dan pikiran

Doa-doa senantiasa di panjatkan agar kehidupan berangsur lebih baik dari sebelumnya

Namun, tetap sama bahkan lebih egois untuk sebuah rasa kasih sayang dalam kedekatan emosional

Ya rabb...
Tak henti-henti berdoa agar kehidupan ini sejatinya untuk akhirat sama-sama mengingatkan bukan untuk menyakiti hati dan membebankan pikiran

Selaraslah hidup ini, lagi lagi aku akan menunggu hikmah namun saat proses itu terjadi terkadang akupun tak sadarkan diri dengan tingkah ini yang garang bak macan hutan menerkam mangsa

Ini luapan kegetiran hati yang belum bisa menerima kenyataan
Tentang kenyamanan hati.

-ainunsalimah-

Sabtu, 11 Agustus 2018

Dalam Kehampaan Bergelimang Dosa (Dirumahku)

Makin tak jelas arah kehidupan ini, semakin keliatan tak bahagia ketika kebahagiaan itu jelas ada

Pikiran yang di kendalikan amarah
Hati yang tak saling mencinta

Penyebab pembenci selalu berkoar-koar menyulut api
Mendendam dalam jiwa
Mengungkit-ungkit problema
Sehingga kelihatan kacau balau

Mencoba mendekat dengan sang ilahi
Malah lebih dekat dan semakin dekat
Tetapi malah hal terburuk itu hadir dan menginjak-injak otak ini
Semakin gila di buatnya

Semakin lelah hati ingin menyerah
Menyerah dengan kehidupan
Sempat depresi
Bagaimana kekacawan ini bisa terjadi di dalam kehidupan
Terdekatku

Berat sekali ya rabb
Ujian ini semakin berat di lalui ketika aku berada di dalam rumah
Seolah kau cabik isi otakku sehingga aku kalap dalam bertindak

Kenapa?
Kau pertahankan ujian ini ya rabb melekat kepadaku
Semakin kuat aku bersabar, menahan perih tak terima dengan kekecewaan kehidupan ini

Semakin kau buat aku kuat, terlihat kuat di mata orang lain yang memandangku
Seolah hidupku bahagia, senang dan bermartabat

Padahal dalam hatiku hancur, luka ini terus menganga karena hari-hariku penuh dengan rasa kekecewaan ketika aku berada di dalam rumah

Ketika berhadapan dengan orang lain
Hatiku dapat belajar dan menyimak kebahagiaan dan penderitaan orang lain

Tetapi aku sendiri tak dapat mengendalikan kehidupanku di dalam rumahku

Serasa benci kenapa Allah takdirkan keadaan yang memaksa untuk aku bersabar lebih hebat lagi

Selagi hidupku di dalam rumahku sendiri aku tetap merasakan kekecewaan atas takdir yang takkan mungkin hilang sampai mati

Sehingga dosa-dosaku ini terus mengalir karena ketidaksabaranku menghadapi isi-isi dalam rumahku

-ainunsalimah-