Ketika nampak tiada pertikaian seiring seminggu ramadhan ini
Bukan aku mengharapkan tetapi tiada yang meminta
Kericuhan terdengar, teriakan memekakan telinga dan dentuman detak jantung menggetarkan aliran darah
Itulah seketika emosi memuncak
Sesungguhnya sabar akan menentukan keimanan seseorang
Akan tetapi syeitan senantiasa berusaha untuk mengecoh, menghujat dan mengeluarkan kata-kata yang tak patut di ucapkan
Seketika emosi berdalih-dalih
Dua orang yang terjebak perangkap syeitan pun
Saling melempar argumen dan memberikan kata yang mudorat tidak penting untuk di ucapkan
Hanya kesia-siaan yang terlanjut terdengar
Bagaimana mengendalikan emosi ini ketika berhadapan dengan orang yang kita sayangi dengan emosi nya terhadap kita
Pantaskah kita menjawab yang benar-benar bukan kita yang mengumbar cerita
Akan tetapi ia sendiri yang merangkai cerita dan memaksa kita untuk berdialog sarkasme dengan nya.
Tetapi terasa sesak di dada ketika hujatan itu membenam gumpalan di dada.
Yah yang ku ucapkan istighfar dan memohon agar ia di beri hidayah oleh Allah.
Berilah kesabaran sebesar bumi dan seluas lautan ya rabb.
Agar diri ini terkendali dengan kufur nya nikmat yang sia-sia.
Hujamkan dada ini untuk memohon ampun atas segala kehilafan selagi di bumi Allah ini.
manusia takkan ada yang sesempurna
Akan tetapi ketika kita bisa menahan sabar dan menjadikan diri senantiasa bersyukur kepada-Nya
Itulah hal yang akan terjaga oleh kita.
Aamiin
Semoga makin sabar
Selalu sabar
Dan makin banyak rasa syukurnya kepada Allah
Tragedi (Buka puasa, hari ke 13 ramadhan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar