Hai...
Jejujurnya aku sangat merindukanmu, maaf kalau selama ini aku terus menjauhimu karena menurutku engkau terlalu baik. Memang saat ini dan kemarinpun engkau selalu hadir dan selalu ada buatku, memang hadirmu membuat suasana baru dalam hidupku. Memang engkau berbeda dari kebanyakan lelaki lainnya
Engkau yang tulus, yang dermawan, suka menolong itu yang membuatku tertarik untuk membuatmu tersenyum.
Dan aku tak ingin melihatmu sedih. Lucu sih memang...
Kan aku yang sering nangis kalau apa-apa curhatnya sama kamu.
Engkau yang terkadang memahami perasaan ini dan tahu keinginanku dan membuatku semangat kembali.
Sering kasih senyuman, kejutan dan ulah konyol yang kadang buat aku nggak tega.
Kadang aku merasa kasmaran, tapi terkadang ulahmu yang berlebihan itu? Membuatku ilfel mungkin apa karena kita begitu dekat? Sehingga apa yang kita rasakan selalu salah? Tingkah?
Setidaknya dengan hari-hari berlalu ini kita bisa memproteksi diri, untuk tidak saling berbicara, sama-sama memahami kemauan diri, mungkin aku tetap ingat janjimu. Tetapi waktu yang nantinya akan merubah semuanya. Itu yang akan ku nanti.
Minggu, 25 Oktober 2015
Lelaki Penolongku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar