Rabu, 26 Maret 2025

NAHAN HATI, SAKIT DAN PEDIH

Saat ini tidak ada lagi yang ku percayai dalam hidup semua terasa begitu mengecewakan ya Tuhan

Terutama ibu yang menjadikan dosa terberat bagiku, dengan segala kerumitan yang kau terima sejak kecil hingga tuanya ibu tidak pernah menyayangiku sepenuh hati
Kesalahan terus dilimpahkan padaku, seolah dosa terberat merawat ibu aku tanggung sendiri
Beban moral yang kini menjadi buah sabarku belum pernah aku panen untuk kebaikanku

Ntah kelak akan ada pahala ataukah siksaan yang aku terima
Karena telalu frontal dalam memahami ke egoisan ibu yang sakit jiwa

Kinipun karma bagiku,
Karena memilih suami yang arogan, egois, tidak pernah memperhatikan istri dan anak
Ntah apakah ini takdir ataukah nasib yang menjadikannya cobaan dan ujian hidup

Mentalku sesungguhnya sudah rusak oleh orang terdekat sendiri,
Walaupun dikuat-kuatin di hebat-hebatkan itu semua karena aib yang sangat buruk yang ada padaku

Aku kesal, aku bahkan sangat marah sekali
Saat orang tidak memahami kondisiku
Tetapi kondisi mereka aku harus pahami dan merasakan penderitaan mereka

Tetapi apakah aku pernah dirasakan penderitaan oleh mereka yang tulus mengerti aku saat ini
Tidak ada yang begitu kecuali aku, kecuali aku, kecuali akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu aku sendiri, sendiri dalam kehidupan ini.... aku kesepian, aku tidak diterimaaaaaa oleh keluargaki sendiri

Mungkin saat aku mati dan menghilang dari hidup ini, akan ada yang ingin mengerti aku! Itu mustahil

Ya Allah....
Aku mohon doamu engkau maha menjaga langit dan bumi ya Allah tuhan semesta alam
Tolong ya Allah... jaga hatiku ini dari sifat keras hati, lembutkanlah hatiku, tutupilah pendengaranku dari kejahatan dan ketidaksukaanku, karena bagiku itu sangat menggangguku ya Allah....
Berikanlah kami rezeki yang lapang yang luas agar hati ini selalu ikhlas ya Allah...

Hadirkanlah dengan seseorang yang mampu jadi pendengar yang baik kepadaku, dekatkanlah seseorang itu ya Allah... karena aku sangat membutuhkan pendengar yang baik untukku, ya allah....
Aku kuat sekuat-kuatnya... jauhkanlah dari sifat egois ya Allah...
Redamkanlah jiwa ini dinginkanlah hati ini.

Rabu, 26/3/25
#kesakitanku

Selasa, 12 November 2024

PUISI | MELIHAT DARI CERMIN

Melihat Dari Cermin
Oleh Ainun Salimah

Mendidik dari tahun ke tahun
Kenal beragam wajah-wajah ceria nan malu-malu lugu
Tahu akan ragam watak jenakanya
Tahu pintar dari gesturnya

Tapi lesu mengajak untuk mengenal dirinya,
Lesu menghadapi pola jenakanya
Lesu bersusah payah membimbingnya

Hanya karena wajah lugu malu-malu itu tak memiliki bakat
Hanya karena wajah lugu itu riwayatnya biasa saja
Maka seiring berjalannya waktu
Wajah lugu tetaplah malu dan malu

Potensi terkurung, anak-anak murung
Punya kuasa atas masa depan anak bangsa
Namun tak banyak berbuat apa-apa
Hanya memilih dan memilah yang dapat di bina saja

Seharusnya yang punya kuasa tanggung jawab akan pontensinya
Sering melihat dari cermin
Diam-diam pasang raut dingin

Kadang dirumah yang terus dibilangin
Si anak malu tak punya malu
Sungguh kasihan nasibmu hanya begitu
Mending punya kuasa cari ilmu dari pada mengeluh menggerutu

#AinunSalimah

PUISI | ANAKKU, GURU DI HATIMU

Anakku, Guru Di Hatimu
Oleh Ainun Salimah

Banyak sudah waktu untuk belajar
Agar diri makin pandai
Walau kadang menerjang badai
Tetap semangat tak gentar

Dulu anak di didik agar pintar
Dulu anak hormat karena pandai
Namun sekarang anak hebat karena AI
Sekarang anak hilang cara karena merasa serba bisa

Seperti guru hanya status
Yang hanya ada di saat belajar harus fokus
Kini Guru tidak ada dihati
Karena anak tak punya simpati

Esok Guru hanyalah sebuah histori
Saat anak sudah berprestasi
Kenang-kenanglah wahai anak-anakku
Petuah Guru tak jemu-jemu
Ibarat doa yang tembus ke qolbumu

Anak-anakku simpan Guru di hatimu
Layakkan selagi berada disisimu
Karena waktu adalah gerakmu
Karena hadirmu adalah anugrah baginya

Menunduklah dengan rasa kasih
Tersenyumlah agar di sambut mesra
Bersimpatilah kelak engkau akan di hadiahkan oleh-Nya
Jalan masih panjang, jadilah kertas kosong
Agar jiwa tetap tersokong

Minggu, 14 Juli 2019

Menjaga Amanah dan Berproses Menjadi yang Terbaik

Sangat bersyukur dengan takdir yang Allah berikan padaku

disaat diri ini ingin terus berbenah diri, saat itu pula Allah hadiahkan amanah terindah yang harus dijaga

beratus orang yang tak saling mengenal harus mampu dalam waktu setahun untuk membuat pribadi masing individu menjadi manusia yang lebih baik, membuatnya menjadi berlian itu tak mudah apalagi jikalau berliannyapun jauh dari kata sempurna

hanya berharap pada Allah, semoga diri ini mampu mengemban tugas yang telah di berikan karena kepercayaan pada kita

dan sayapun bisa mengatasi dan melewati itu semua
pertimbangan tak mudah, dengan kondisi suamu dan ananda yang masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang
semoga itu tak layak mengganggu aktivitas seperti biasanya

jauh dari kata ingin kekuasaan, ternyata Allah sudah tahu niat dalam hati ini, agar diri ini menjadi hamba yang berguna bagi insan lainnya

menolong sesama bukankah itu sifat yang di sukai Allah, selebihnya hidarkanlah dari sifat ujub, iri hati dan sombong ya rabb

tetap kokohkan hati ini, karena ini salah satu ladang dakwah untuk ummat

keinginan ini, mudah2an saya dapat memberikan edukasi dengan kesantunan dan kasih sayang terhadap siswa dan wali murid, sehingga terciptalah kondisi yang harmonis mampu menjadi penengah kekeruhan dan menjadi pribadi penyenang dan penyabar dalam mengambil tindakan

semoga diri ini di hindarkan dari hal2 yang mempermalukan diri sendiri, menjadi diri sendiri dan tetap mengutamakan kepentingan bersama

(1:12, merelaxsasi diri)

Kamis, 04 April 2019

Kurikulum Daneen Khadijah Rahman

Kurikulum Daneen Khadijah Rahman
Jumat, 17 Agustus 2018
Target Yang Harus Dicapai Selama Tumbuhkembang Daneen❤
(Bismillahirrahmanirahim)

1. Mengajari Agar Dapat Bicara
2. Mengajari Agar Dapat Membaca
3. Mengajari Agar Dapat Menulis
4. Mengajari Agar Dapat Berhitung
5. Mengajari Agar Dapat Baca Iqro
6. Mengajari Agar Dapat Baca Al-Quran
7. Mengajari Agar Dapat Hafal Doa Sehari-Hari
8. Mengajari Agar Dapat Hafal Hadits-Hadits
9. Mengajari Agar Dapat Hafal Surah-Surah Pendek
10. Mengajari Agar Dapat Sholat Fardhu Dengan Baik dan Benar
11. Mengajari Agar Dapat Berdagang
12. Mengajari Agar Dapat Bersedekah
13. Mengajari Agar Dapat Mandiri
14. Mengajari Agar Dapat Berakhlak Karimah
15. Mengajari Agar Dapat Memasak
16. Mengajari Agar Dapat Mencuci
17. Mengajari Agar Dapat Beres Rumah
18. Mengajari Agar Dapat Makan Sendiri
19. Mengajari Agar Cium Tangan Orang Tua dan Mengucap Salam
20. Mengajari Agar Berteman dengan baik menghindari Permusuhan
21. Mengajari Agar Dapat Berbagi
22. Mengajari Agar Berterima Kasih
23. Mengajari Agar Menghormati
24. Mengajari Agar Patuh
25. Mengajari Agar Lemah Lembut
26. Mengajari Agar Menahan Amarah
27. Mengajari Agar Tolong Menolong
28. Mengajari Agar Dapat Menabung
29. Mengajari Agar Dapat Memberi
30. Mengajari Agar Dapat Menghargai Waktu

Sabtu, 15 Desember 2018

Fisik Bahagia Hati Menjerit Derita

Ya rabb, sungguh hamba tak kan kuat sungguh hamba lemah tanpa kekuatan mu,

cobaan ini bertahun-tahun ku lalui sangat membuatku kuat
walaupun kupastikan setiap tragedi itu terjadi banyak hati, batin terluka
rasa tak kuat ya rabb...
rasa tak kuat ya rabb...
rasa tak kuat ya rabb...
menahan bara nya api dari kesabaran pedih, dan perihnya jiwa dan raga

ya rabb...
sungguh nikmat dari kesabaran sangatlah menguras tenaga,
lelah aku di buatnya ya rabb

seperti terenyah-ennyah aku di buatnya, rasa ingin mati shaja,
takut akan terlalu banyak dosa lagi, dan lagi yang sudah di perbuat

tak ada yang dapat menolongku ya rabb...
kecuali sekenario dan keajaiban yang telah engkau gariskan kepada hambamu ini

berharap sekenario ini indah dan bahagia didunia maupun di akhirat nanti

(duka mendalam, 15/12/2018)

Jumat, 14 September 2018

Kepahitan Menelan Takdir Tak Berkesudahan

Terkadang sakit menahan sabar, tetapi Allah sudah janjikan pahala di dalam sabar

Terkadang sedih dengan takdir, yang membuat kehidupan bagaikan terombang ambing tak bernahkoda, karena tak ada panutan lagi untuk di jadikan acuan

Begitu kerasnya tamparan nasib yang menjalar kisah kehidupan ini, sebentar di beri bahagia, sebentar di beri kepahitan bergumam di lubuk hati yang dalam

Berharap hidup ini bahagia, aman dan tentram
Namun nyatanya itu semua sulit untuk di gapai
Karena lagi-lagi hidup ini untuk di uji... di uji... dan di uji...

Kadang jiwa ini berontak tak habis pikir dengan takdir, bersamaan dengan nasib yang sedikit membuat hati luka dan bergumam lara

Rasa ingin ku hempaskan piring-piring yang tersusun rapi di lemari
Tetapi sayang itu hanya sekedar luapan hampa tak berujung jalan

Terasa tersesat saat gejolak emosi meradang menganga, pada akhirnya berujung penyesalan

Tetapi saat berlangsung, hari demi hari serta waktu berlalu begitu saja tak beranjak maju, malah membebani, memberatkan hati dan pikiran

Doa-doa senantiasa di panjatkan agar kehidupan berangsur lebih baik dari sebelumnya

Namun, tetap sama bahkan lebih egois untuk sebuah rasa kasih sayang dalam kedekatan emosional

Ya rabb...
Tak henti-henti berdoa agar kehidupan ini sejatinya untuk akhirat sama-sama mengingatkan bukan untuk menyakiti hati dan membebankan pikiran

Selaraslah hidup ini, lagi lagi aku akan menunggu hikmah namun saat proses itu terjadi terkadang akupun tak sadarkan diri dengan tingkah ini yang garang bak macan hutan menerkam mangsa

Ini luapan kegetiran hati yang belum bisa menerima kenyataan
Tentang kenyamanan hati.

-ainunsalimah-

Sabtu, 11 Agustus 2018

Dalam Kehampaan Bergelimang Dosa (Dirumahku)

Makin tak jelas arah kehidupan ini, semakin keliatan tak bahagia ketika kebahagiaan itu jelas ada

Pikiran yang di kendalikan amarah
Hati yang tak saling mencinta

Penyebab pembenci selalu berkoar-koar menyulut api
Mendendam dalam jiwa
Mengungkit-ungkit problema
Sehingga kelihatan kacau balau

Mencoba mendekat dengan sang ilahi
Malah lebih dekat dan semakin dekat
Tetapi malah hal terburuk itu hadir dan menginjak-injak otak ini
Semakin gila di buatnya

Semakin lelah hati ingin menyerah
Menyerah dengan kehidupan
Sempat depresi
Bagaimana kekacawan ini bisa terjadi di dalam kehidupan
Terdekatku

Berat sekali ya rabb
Ujian ini semakin berat di lalui ketika aku berada di dalam rumah
Seolah kau cabik isi otakku sehingga aku kalap dalam bertindak

Kenapa?
Kau pertahankan ujian ini ya rabb melekat kepadaku
Semakin kuat aku bersabar, menahan perih tak terima dengan kekecewaan kehidupan ini

Semakin kau buat aku kuat, terlihat kuat di mata orang lain yang memandangku
Seolah hidupku bahagia, senang dan bermartabat

Padahal dalam hatiku hancur, luka ini terus menganga karena hari-hariku penuh dengan rasa kekecewaan ketika aku berada di dalam rumah

Ketika berhadapan dengan orang lain
Hatiku dapat belajar dan menyimak kebahagiaan dan penderitaan orang lain

Tetapi aku sendiri tak dapat mengendalikan kehidupanku di dalam rumahku

Serasa benci kenapa Allah takdirkan keadaan yang memaksa untuk aku bersabar lebih hebat lagi

Selagi hidupku di dalam rumahku sendiri aku tetap merasakan kekecewaan atas takdir yang takkan mungkin hilang sampai mati

Sehingga dosa-dosaku ini terus mengalir karena ketidaksabaranku menghadapi isi-isi dalam rumahku

-ainunsalimah-

Sabtu, 21 Juli 2018

Proses Panjang dalam Problematika Kehidupan

Tiap manusia di beri Allah ujian-ujian
Ujian yang menguatkan ataupun melemahkan

Bagi mereka yang tak sabar akan ujian itu ia akan berontak dan anarkis terhadap pengingkaran janji Allah

Padahal pahala ujian kesabaran sangatlah besar

Tetapi ketidaksabaran dalam menyikapi hidup itulah yang justru mendatangkan permasalahan baru dalam kehidupan

Itu yang menjadikan hidup tidak sehat akibat pikiran negatif yang terus masuk mempengaruhi pemikiran kita

Ada yang di benci, di hina, di kucilkan dan di pandang rendah oleh sebagian orang yang tak punya nurani

Ada juga ujian bagi mereka yang tamak, haus akan pujian, riya, sombong dan angkuh

Itu lumrah dalam hati manusia
Kecuali hati orang-orang yang senantiasa tawakal kepada Allah

Memandang hal yang seperti itu berharap dunia hanya tempat persinggahan dan hanya sementara

Sifat-sifat tercela bukan lah solusi untuk manusia menjadi manusia yang bermartabat dan bersyafaat di yaumil kelak

Tetapi sifat qonaah dan rendah hatilah yang mampu membawa keharmonisan dalam mencari ridho Allah dan senantiasa dekat dengan Allah

Manusia memang harus mengalah dalam segi emosi khususnya kesabaran karena diposisi itu manusia dapat mengambil hikmah dan meneladani kisah yang tertuang dalam permasalahan dalam hidupnya

Sebagaimana pahala dari ujian kesabaran sangatlah besar

Maka dari itu haruslah benar-benar menelan pahit dari buah manisnya kesabaran
Perumpamaan inilah yang terus di tekankan tiap kali menghadapi problematika dalam kehidupan

-ainunsalimah

Rabu, 13 Juni 2018

Gejolak Pesan Cinta

Makin hari entah bagaimana Tuhan hadirkan ujian hidup untuk ummatnya

Setelah menyelami lebih dalam rasa untuk tetap berdiri kokoh perlahan-lahan mulai lelah dan terpincang-pincang menapakinya

Seolah sulit menyatukan argumentasi dalam beberapa sisi semua terlihat jelek dan tak sepaham

Kekecewaan serta lontaran kasar terlempar bak sampah yang tertiup anging dan sengaja di lemparkan ke wajah

Semakin rumit kekuatan sabar senantiasa diazam kan
Kekuatan syukur tak henti-henti terucap dan terlaksana

Berharap kehidupan kedepannya lebih baik
Tetapi ekspetasi berbeda dengan realita
Kesalahpahaman senantiasa menyelimuti entah bagaimana masalahnya

Yang aku tahu hidup adalah gudangnya masalah
Dan akhirat tempat berakhirnya masalah

Ketika kita tak kuat menjadikannya beban maka remuklah kita

Bila kita dapat mengendalikannya dan mempercayakan semua lantaran Tuhan yang menguji kita

Perlahan akan temukan titik terang dan bila kita mengalah dan tak saling menyakiti

Tetapi seolah tak ada hati lagi
Seolah tak ada yang mengerti tentang keadaan yang terjadi

Semua di kendalikan dengan hasrat masing-masing demi membahagiakan satu keluarga

Tak saling memahami
Tak saling belajar
Tentang kondisi dan tak ada pengertian semua di pandang negatif dan tak berpihak

Ya Rabb,
Ya Rabb,
Ya Rabb,
Tenangkanlah hati...
Tenangkanlah jiwa yang kotor ini...
Tenangkanlah pikiran yang menghambat untuk bertindak lebih cepat

Berharap ada yang mengerti tetapi tetap harus mengerti orang lain
Mungkin di takdirkan begitu
Karena mungkin kita lebih kuat dan mengerti tentang kehidupan

Mencoba ikhlas
Tetapi tetap ada yang mengkritik dan mencari salah tentang polos nya diri

Semoga Tuhan kasih yang terbaik dalam hidup
Keinginan ingin bertemu dengan Ayah di surga kelak dan meminta pengertian dan kasih sayang beliau lagi. Aku merindukannya ingin menyusulnya.

Kesyukuran Yang Tak Berbalaskan

Benar kata pepatah jika kita memanfaatkan waktu dan berlomba-lomba mencari sesuatu hal yang membawa manfaat maka segenap waktu di gunakan untuk hal-hal yang membuat diri berkembang dan berguna untuk orang lain

Terasa sekali berkah dan keberkahan waktu yang menyelimuti hari-hari, rasa ingin merangkul semua aktivitas yang bermanfaat untuk orang lain namun kesibukan dengan jadwal yang berdatangan pun takkan mungkin merangkap semua nya pasti ada satu saja yang akan di prioritaskan

Amanah-amanah pun berdatangan dan kepercayaan temanpun menjadikan kita di posisi yang terbaik dengan kejujuran, keikhlasan, serta keinginan untuk menyiarkan dakwah

Aku sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan waktu dan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang yang membuat semangat dan kepedulianku tetap ada hingga saat ini

Rasa keingianku untuk berkumpul di surga dengan Ayahku sesaat terlintas agar menjadi anak yang shalihah dan senantiasa mendoakan beliau
Serta keinginanku yang sedang berusaha menjadi istri yang shalihah untuk suamiku dan anak-anakku agar kelak kami dapat berkumpul di surga dan tersenyum bersama ayah,ibu, suami, anak-anakku, saudara-saudaraku dan mertuaku

Semoga lelahku didunia ini menjadi tabungan di akhirat untukku agar terhindar dari siksaan api neraka, nauzubilahminzalik

-ainunsalimah-

Rabu, 14 Maret 2018

Indahnya Jadi Seorang Ibu

Tak terasa kandungan sudah 15 minggu
Sesuatu yang terindah Allah hadirkan janin yang menjadi amanah memberikan bekal untuk generasi penerus nanti menjadi generasi yang taat dan beriman kepada Allah SWT, mencintai Allah meneladani Rasulullah SAW.

Hari-hari di lalui berlalu begitu saja, senantiasa mendoakan ananda yang ada di dalam perut ini agar senantiasa kelak terlahir dengan sempurna, selalu mencintai Al-Quran berbalut kasih dalam kesabaran, penenang hati kedua orang tua dan panutan bagi insan lain.

Digolongkan orang-orang yang shalih/shalihah di jaga Allah tiap langkahnya
Semoga lahirnya engkau kelah anandaku mampu membanggakan keluarga dan orang tuamu
Sehat-sehat ananda, ibu dan ayah terus berjuang untukmu agar kelak engkau menjadi orang yang bermanfaat.

Ya rabb...
Mudahkanlah
Lancarkanlah
Proses kelahiran anandaku kelak
Balutlah ia dengan kasih sayang dalam dekapan-Mu
Jadikanlah ia anak penentram hati ibu dan ayah, penyejuk hati kami.

(HAMAS HASBALLLAH RAHMAN) BIN AKHIRUDIN
(AYASHA KHADIJAH RAHMAN) BIN AKHIRUDIN

Sabtu, 16 Desember 2017

Sebut Aku Duka

Kedukaan
Kekecewaan
Kegundahan
Kegagalan
Itu hanya proses dari sebuah misteri kehidupan

Kita di padu padankan dengan segenap asa dan rasa dari sebuah rahasia yang tersembunyi di dalam diri maupun waktu yang bersemayam

Letakkan dirimu di sesuatu tempat yang nantinya membuatmu bebas menikmati hari-hari dengan penuh kesyukuran

Letakkan dirimu pada sesuatu yang membuatmu menjadi berharga dan bernilai ketika sesuatu itu engkau kerjakan dengan penuh kebahagiaan

Letakkan dirimu pada sesuatu posisi dimana engkau dapat mengubahnya dan membuat sesuatu itu menjadi lebih baik di kemudian hari

Intinya bernilai dan brilian nya dirimu
Ketika engkau mampu melekakkan sesuatu itu di saat yang tepat
Dan engkaupun memahami bahwa yang Kuasa telah memilihmu dari milyaran manusia di bumi

Dan engkau yang beruntung
(Motivasi Hati)
-ainun salimah-

Sabtu, 04 November 2017

Puncak Itu Indah Kawan!

Bagaimana pijakkan kaki
Yang mulai menapaki
Tangga demi tangga
Yang menjulang tinggi

Untuk kita daki
Satu persatu
Dengan satu tarikan nafas
Untuk menaiki tingkat
Demi tingkat tangga yang berjejer
Menggeliuk

Melalui panorama dengan dengkuran nafas
Yang terenyah-enyah dengan semangat membara
Terkadang sudah menapaki pertengahan anak tangga
Melirik ke bawahpun tak jadi sesalan
Walaupun sedikit takut merelakan bulu kuduk merinding di terjang sedikit angin

Tetapi sesaat menapaki puncak teratas
Rasa takjubmu akan keindahan-Nya
Sungguh membuat bahagia di hatimu
Sungguh membuat terpukau dan terlena sementara lelahmu berbayar

Karunia yang ia berikan
Membuatmu belum seberapa
Ia yang menciptakan selayaknya kita terus cintai dan hati kecil selalu bersyukur dalam kemurahan hati, kelapangan jiwa dan membuatmu berarti dalam kubangan kebaikan (Puncak Mu)
-ainun salimah-

Rabu, 21 Juni 2017

Takdir Bisa Menguatkan Bisa Sangat Melemahkan

Semakin mendekati hari keegoisan diri perlahan menguap tak terarah

Kelembuatan dan kebijaksanaan dari sikap dan tuturpun tak terbendung bagai sebuah coretan sebuah kertas mengungkap kekesalan di dalamnya

Entah itulah manusia yang di kendalikan akal dan pikirnya

Merawat nafsu bergumpal di dada perlahan menjadi keegoisan dalam diri

Tak mengira ia akan sekeras dan pasrah seperti ini

Jalan yang di ambilpun tak ubahnya keluh berujung jalan buntu

Nasib bagaikan jalan hidup penuh liku dan rintangan di dalam nya

Pengendalian diripun sangat sulit ketika keinginan tak sesuai dengan harapan

Semoga ini menjadi jalan terbaik
Awal dari kerasnya kisah kehidupan
Membawa hikmah yang mendalam
Mengubahnya menjadi suatu pelajaran

Karena kekurangan di dalam diri sangatlah banyak
Takkan mungkin kita leluasa dengan diri menonjolkan  keegoisan diri
Tak ingin mengalah dan bahkan berbuat semaunya

Mudah-mudahan hati dan pikiran ini tetap terjaga dalam pengawasaanmu
Dan semoga tak ada lagi cercaan dan keluh yang keluar dari mulut ini

Semoga terus terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi

Ego, -ain-

Minggu, 11 Juni 2017

Perjalanan Kisah dalam Kehidupan

Sedikit gemuruh di dada ketika ada orang yang membandingkan kehidupan dirinya lebih istimewa di banding yang lainnya

Tetapi kenapa kita harus menciut dengan perkataan yang tak hayal hanya fatamorgana yang suatu saat Allah akan ambil nikmat dari-Nya

Setiap orang memiliki kadar kehidupannya masing-masing dan menluruskan kesulitan dalam hidupnya sesuai dengan kesanggupan mereka

Sebenarnya orang yang membandingan itu hanya sekedar memberi lisan yang tak bermakna, tak menjaga dan belum paham bagaimana bersyukur dengan tidak menyombongkan apa yang sudah Allah titipkan padanya

Tetapi seringkali manusia tak sadar akan hal bahayanya lisan ketika tidak terjaga

Untuk menetralisir hujatan sehingga tak menjadi beban pikiran setidaknya kitapun yang menerima informasi tak langsung percaya dengan hal tersebut

Karena bisa jadi Allah sedang menguji kita dengan di hadapkan orang dan perangai yang seperti itu

Tetaplah pada pendirian dan keimanan kita sehingga sabar dan bersyukurlah sebagai salah satu tombak kehidupan kita untuk lebih menikmati kuasa Allah benar-benar nikmat yang tak terhingga dari seisi bumi lainnya.

(Kendalikan diri dalam sabarmu, ain/11-7-17)

Jumat, 09 Juni 2017

Merayu-Mu Dalam Do'a

Ya Allah...
Engkau lah Allah yang maha pengasih dan maha penyayang
Engkau lah pemilik langit dan bumi serta alam semesta ini
Engkau lah yang mematikan dan menghidupkan kami
Engkau lah Allah yang maha menerima taubat dan memberi syafaat bagi kami

Ya Allah...
*Ampunkanlah segala dosa-dosa yang kuperbuat selama hidupku
*Ampunkanlah segala dosa-dosa kedua orang tuaku ibu dan bapakku
Ya Allah...
*Seandainya engkau matikan kami, maka matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah
*Masukkanlah kami kedalam golongan ahli surga di surgamu
*Hadirkan lelaki shalih yang dapat membimbingku dan anak-anakku kelak hingga menggapai surgamu
*Hadirkanlah anak-anak generasi rabbani yang selalu mencintai-Mu dan menjadi tauladan rasulmu
*Jadikanlah hamba ini makhluk yang senantiasa bersabar serta bersyukur atas segala apa yang telah engkau berikan
*Jadikanlah diri ini tetap senantiasa bermanfaat bagi insan lainnya
*Hadirkanlah sahabat-sahabat salihah yang dapat meningkatkan ketaatan untuk menuju surgamu

***

(Doa-doa untukmu)

Semakin Kita Sabar Maka Semakin Syaitan Mengganggu

Ketika nampak tiada pertikaian seiring seminggu ramadhan ini
Bukan aku mengharapkan tetapi tiada yang meminta
Kericuhan terdengar, teriakan memekakan telinga dan dentuman detak jantung menggetarkan aliran darah
Itulah seketika emosi memuncak

Sesungguhnya sabar akan menentukan keimanan seseorang
Akan tetapi syeitan senantiasa berusaha untuk mengecoh, menghujat dan mengeluarkan kata-kata yang tak patut di ucapkan

Seketika emosi berdalih-dalih
Dua orang yang terjebak perangkap syeitan pun
Saling melempar argumen dan memberikan kata yang mudorat tidak penting untuk di ucapkan
Hanya kesia-siaan yang terlanjut terdengar

Bagaimana mengendalikan emosi ini ketika berhadapan dengan orang yang kita sayangi dengan emosi nya terhadap kita

Pantaskah kita menjawab yang benar-benar bukan kita yang mengumbar cerita
Akan tetapi ia sendiri yang merangkai cerita dan memaksa kita untuk berdialog sarkasme dengan nya.

Tetapi terasa sesak di dada ketika hujatan itu membenam gumpalan di dada.
Yah yang ku ucapkan istighfar dan memohon agar ia di beri hidayah oleh Allah.

Berilah kesabaran sebesar bumi dan seluas lautan ya rabb.
Agar diri ini terkendali dengan kufur nya nikmat yang sia-sia.

Hujamkan dada ini untuk memohon ampun atas segala kehilafan selagi di bumi Allah ini.

manusia takkan ada yang sesempurna
Akan tetapi ketika kita bisa menahan sabar dan menjadikan diri senantiasa bersyukur kepada-Nya

Itulah hal yang akan terjaga oleh kita.
Aamiin
Semoga makin sabar
Selalu sabar
Dan makin banyak rasa syukurnya kepada Allah

Tragedi (Buka puasa, hari ke 13 ramadhan)

Selasa, 06 Juni 2017

Ungkapan; rasa cinta kasih

Terkadang benak ini berfikir
Kenapa rasa ingin memiliki begitu besar terhadap sesuatu itu dengan cara menatap nya saja tergerak untuk memulai mengungkapkan

Kenapa rasa yang begitu menggebu seolah mengajak untuk becengkramah dengan indahnya jalinan kasih

Aku pikir ini adalah naluri yang berkata
Sebab takkan mungkin Tuhan takdirkan kita dengan logika saja
Tetapi dengan perasaan yang begitu mendalam dengan jalinan kedekatan dalam rasa cinta terhadap seseorang ataupun terhadap sesamanya

Itu yang buat aku yakin bahwa sebenarnya
Kita takkan bisa melawan naluri, naluri ingin memberi, naluri ingin mencintai dan di cintai serta naluri kasih sayang yang membuat kedekatan semakin akrab atau intens.

Mungkin yang sedang aku alami saat ini
Jujur aku takkan bisa mengelak dengan naluri yang tertanam dalam sanubari ini, biarpun aku mengelak namun mungkin sudah waktu nya aku becengkramah dengan kasih sayang yang patut aku berikan kepada seseorang... Ya ku kira naluri itulah yang membawa dedalam alam sadarku.

Semoga naluri ingin mengasihi dan mencintai ini senantiasa tertanam dan menjadikan nya segelintir kebahagiaan dalam kehidupan nantinya.

(Kisahku, 06-06-2017)
Pada waktu cinta itu mulai bersemi dan ungkap hati untuk berjanji saling menyayangi

Jumat, 28 April 2017

Masa Indah Penantian; Berbalut Doa-doa

Mungkin ini yang dirasa berbeda...
Apakah aku saja yang merasakan bahagia bercampur haru dimana menanti detik-detik takdir yang telah engkau tetapkan dalam laul mahfuzmu ya Rabb...

Semoga engkau senantiasa memberkahi dan merahmati niat kami

Semoga kami bersama menjalin surga kelak di akhir hayat kami

Semoga keturunan kami kelak senantiasa dekat dengan-Mu dan senantiasa dekat dengan Al-Quran dan mencintai sesama berjalan di jalan dakwah.

Semoga keturunan kami kelak senasab keluarga kami nantinya di pertemukan kembali di surga.

Ya Rabb...
Semoga kelak aku menjadi istri yang shalihah yang taat pada suami dan mengasihi anak kami dan keluarga kami.

Semoga diri ini senantiasa istiqomah dan mengajarkan banyak kebaikan untuk semua orang.

Semoga diri ini bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Ya Rabb...
Banyak sudah untaian doa yang tersurat...
Tak banyak ingin yang senantiasa kuhujamkan di hati ini.

Hanya ingin menjadi yang terbaik bagi mereka yang berada di dekatku.

(Qalbu, 28/5/2016)
-ain-